Kamis, 04 Desember 2014

Pengumuman Pemenang LOMBA CIPTA PUISI TINGKAT NASIONAL (LCPTN) 2014

Setelah menimbang, mencermati, musyawarah dan akhirnya juri memutuskan 4 kandidat terbaik yang terpilih menjadi pemenang dalam LOMBA CIPTA PUISI TINGKAT NASIONAL (LCPTN) 2014. Perlu diketahui bahwa keputusan juri mengikat, mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Berikut ini adalah Pemenang LOMBA CIPTA PUISI TINGKAT NASIONAL (LCPTN) 2014:

1.      Juara 1: Senja Menyambut Petangku_Rohman Pangestu
2.      Juara 2: Goresan Luka_Made Bagus
3.      Juara 3: Refleksi Diri_Surya Agung Anggara            
4.      Juara Favorit: Rehabilitasi Jiwa_Noni Andriani S.Pd.
  • Pengumuman untuk pemenang:
Kepada seluruh pemenang sehubungan dengan pengiriman Sertifikat dan Uang Tunai, dimohon untuk segera mengirimkan e-mail kepada kami dengan subject “Pemenang_LCPTN_Nama” kemudian menuliskan Nomor Rekening, Alamat Lengkap (Beserta Kode POS) dan Nomor HP yang bisa dihubungi.


Berikut ini adalah 50 besar yang terpilih finalis LCPTN 2014:

  1. Adik Memanggilmu_Ra.Primesthetisca Aurora
  2. Aku Adalah Sebuah Kertas_Ardita Damar Asri
  3. Aku Di Muara Yang Kau Tahu_Norman Yudha Setiawan
  4. Ayah Ibu, Pengorbananmu Sungguh Mulia_Ika Sri Astuti
  5. Bidadari Pengejar Mimpi Ku_Ade Irma Suryani
  6. Bisik Kidung Mantra_Yiyi Dian Dwi Putri
  7. Cerita Hati Seorang Putri_Nomala Gema Puji Putri
  8. Dermaga Iman Dan Ilmu_Dediono, S.Pd.
  9. Dia Yang Tidak Lebih Berhak_Tria Minartha
  10. Dondang Bisu Sang Nila Utama_Bambang Kariyawan Ys
  11. DPR_Rahina Muhammad
  12. Evolusi Para Despot_Lulut Azmi Supardi     
  13. Goresan Hati_Dewinta Oktaulia Hamzah
  14. Goresan Luka_Made Bagus
  15. Harapan_Hiralius Bima
  16. Hilang Disudut Kota_Restya Wulandari Utami
  17. Irama Sang Waktu_Nurul Aulia Rahmi Kusumaningsih
  18. Jejak Khilaf di Tepi Samudra Maaf_Budianto Sutrisno
  19. Kado Merah Jambu_Nur Adila Q
  20. Kau [Bukan] Milikku_Anggi Pythaloka
  21. Kelakar Sang Kelakar_Haikal Muhammad Khalifah
  22. Kristal Merindu_Hamimah Dewi Antika Putri Purbasusila
  23. Kutukan Sang Maestro_Nina Karlina Dwi Putri
  24. Lebih Baik Diam_Muhammad Reza Sami Putra
  25. Malaikat Tanpa Sayap_Chintya Dewi N
  26. Mata Koin_Firman Fajar Perdhana
  27. Menang Dalam Sabar_Anita Pratiwi
  28. Mereka Dan Mereka_Aba Idris Shalatan
  29. Nyawa_Akadhita Rd
  30. Oase Kehidupan_Luthfi Nur Kholidiya
  31. Pancasona_Nyoman Hendra Adhi Wibowo
  32. Pelakon Makna_Lainufar
  33. Pelangi Putih_Rosmalina Mahbengi
  34. Pengakuan Suara Hati_Agnes
  35. Refleksi Diri_Surya Agung Anggara
  36. Rehabilitasi Jiwa_Noni Andriani S.Pd,.
  37. Sadarkah Diri Ini_Rizqy
  38. Sajak Dalam Kotak Berpita Merah_Andi Alifia Fara Dhiba
  39. Sajak Dari Tanah Rantau_Muhammad Robith Hadhromi
  40. Secuil Asa Bulan Merah Saga_Almira Salsabilla Gita Indraswari
  41. Sekepal Terasi_Ani Suryani
  42. Senandung Hujan Di Senja Kala_Angga Adytia
  43. Senja Menyambut Petangku_Rohman Pangestu       
  44. Surgaku_Cici Farida
  45. Takdir Jiwa_Ninda Rosyada
  46. Tanda Jasamu_Elmi Solichah
  47. Telaga Sangga Buana_Asyifa Rahmawati
  48. Terenggut Malam_Suci Linda Utami
  49. Teriakan Hati _Dwi Yulianti Darmawan
  50. Ukiran Senyum Ibu_Imada Cahya Septiyaningsih

  • Pengumuman untuk finalis 50 besar:
Kepada seluruh Finalis sertifikat penghargaan Finalis 50 besar dapat diunduh di daftar Link dibawah ini

                Finalis dengan Nama berawalan huruf “A” 
               silakan download sertifikat disini.

               Finalis dengan Nama berawalan huruf “B,C,D,E” 
               silakan download sertifikat disini.

               Finalis dengan Nama berawalan huruf “F,G,H,I,J,K,L,M” 
               silakan download sertifikat disini

               Finalis dengan Nama berawalan huruf “N” 
               silakan download sertifikat disini

               Finalis dengan Nama berawalan huruf “O,P,Q,R,S,T,U,V,W,X,Y,Z” 
               silakan download sertifikat disini
  • Pengumuman untuk peserta:
Kepada seluruh peserta, sertifikat partisipan dapat di download disini

Kami selaku panitia LCPTN mengucapkan terimakasih banyak atas partisipasi anda, semoga lomba kami dapat bermanfaat untuk ajang berkompetisi dan edukasi. Kami mohon maaf jika dalam pelayanan Lomba selama 1 bulan ini melakukan kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Tetap semangat dan terus berjuang…!!! 


Untuk yang kesulitan mendownload sertifikat di 4shared. Silakan download dengan link dibawah ini.

Kepada seluruh Finalis sertifikat penghargaan Finalis 50 besar dapat diunduh di daftar Link dibawah ini
1.Finalis dengan Nama berawalan huruf “A” silakan download sertifikat disini.
http://drive.google.com/file/d/0BzXL8AW5d4KxN0tlc2psYTBWdFE/view?usp=sharing

2.Finalis dengan Nama berawalan huruf “B,C,D,E” silakan download sertifikat disini.
http://drive.google.com/file/d/0BzXL8AW5d4KxcUx4SFNCT3lWOUU/view?usp=sharing

3.Finalis dengan Nama berawalan huruf “F,G,H,I,J,K,L,M” silakan download sertifikat disini.
http://drive.google.com/file/d/0BzXL8AW5d4KxU3V0VWlDUkFhakk/view?usp=sharing

4.Finalis dengan Nama berawalan huruf “N” silakan download sertifikat disini.
http://drive.google.com/file/d/0BzXL8AW5d4KxQlF1aXJNNnMyWE0/view?usp=sharing

5.Finalis dengan Nama berawalan huruf “O,P,Q,R,S,T,U,V,W,X,Y,Z” silakan download sertifikat disini.
http://drive.google.com/file/d/0BzXL8AW5d4KxMzBicVQ1OXVUMTg/view?usp=sharing

Kepada seluruh peserta, sertifikat partisipan dapat di download disini:
http://drive.google.com/file/d/0BzXL8AW5d4KxX1B1cU5BSDNXZEE/view?usp=sharing


Juri Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional (LCPTN) 2014



 


Juri 1               : Ahmadun Yosi Herfanda
Pekerjaan         : Redaktur sastra Harian Umum Republika, penulis puisi, cerpen dan esai.
Karya              : Sebelum Tertawa Dilarang (cerpen, Balai Pustaka, Jakarta, 1997), Ciuman Pertama Untuk Tuhan (puisi dwi-bahasa, Logung Pustaka, 2004), Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (cerpen, Being Publishing, 2004), Badai Laut Biru (cerpen, Senayan Abadi Publishing, Jakarta, 2004), dan The Worshipping Grass (puisi dwi bahasa, Bening Publishing, Jakarta, 2005). Resonansi Indonesia (kumpulan sajak sosial, Jakarta Publishing House, 2006), Koridor yang Terbelah (kumpulan esei sastra, Jakarta Publishing House, 2006).
Pesan            : “Saya merasa bangga karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu juri di Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional (LCPTN) 2014 ini. Tidak saya sangka pesertanya banyak sekali peserta dan memiliki karakter yang beragam pula. Setelah membaca naskah puisi dari semua peserta saya rasa sudah banyak yang bagus dan memenuhi kriteria penilaian kami yaitu masalah keselarasan unsur puisi kejelasan hakikat puisi. Kami berharap penentuan pemenang ini tidak menimbulkan rasa iri atau dengki, tapi malah memberikan motivasi kepada pihak yang bersangkutan maupun peserta lainnya.”



Juri 1               : Teguh Esha
Pekerjaan         : Penulis dan wartawan.
Karya              : Pencipta karakter "Ali Topan Anak Jalanan", Teguh Esha pernah menyanyikan karya-karyanya pada acara pentas dan puisi bertajuk "Selamat Datang Cinta: Empati Teguh Esha kepada Lapindo Brantas, Inc", di Auditorium GOR Bulungan, Jakarta.
Pesan            : “Puisi – puisinya bagus, berkwalitas dan berbobot. Namun memang ada beberapa puisi yang menitik beratkan pada pemilihan diksi saja dan tidak mempedulikan kesinambungan serta makna dari keseluruhan puisi. Semoga lomba ini bermanfaat bagi kita semua.”



Juri 3               : Adhie Massardi
Pekerjaan         : Penulis puisi dan cerpen, Aktifis pro demokrasi.
Karya              : Puisi “Negeri Para Bedebah”.
Pesan         : “Semua puisi nya membuat saya kagum. Karya anak bangsa memang patut dibanggakan. Sedikit pesan saja, masih banyak peserta yang terpaku dengan susunan, kerangka dan bentuk puisi lama sehingga terlihat kaku dan malah terkesan tidak bebas. Lomba ini memberikan tema bebas kepada seluruh peserta tentu bertujuan agar seluruh peserta dapat membuat karya puisi dengan sudut pandang sebebas – bebasnya. Mengenai judul, mungkin penting judul dibuat unik sehingga menarik pembaca, namun kita harus selalu mengingat bahwa keterkaitan judul dengan isi serta makna puisi sangatlah erat, jadi sebaiknya pemilihan judul dipertimbangkan dari keseluruhan makna puisinya. Terimakasih.”