Kamis, 04 Desember 2014

Juri Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional (LCPTN) 2014



 


Juri 1               : Ahmadun Yosi Herfanda
Pekerjaan         : Redaktur sastra Harian Umum Republika, penulis puisi, cerpen dan esai.
Karya              : Sebelum Tertawa Dilarang (cerpen, Balai Pustaka, Jakarta, 1997), Ciuman Pertama Untuk Tuhan (puisi dwi-bahasa, Logung Pustaka, 2004), Sebutir Kepala dan Seekor Kucing (cerpen, Being Publishing, 2004), Badai Laut Biru (cerpen, Senayan Abadi Publishing, Jakarta, 2004), dan The Worshipping Grass (puisi dwi bahasa, Bening Publishing, Jakarta, 2005). Resonansi Indonesia (kumpulan sajak sosial, Jakarta Publishing House, 2006), Koridor yang Terbelah (kumpulan esei sastra, Jakarta Publishing House, 2006).
Pesan            : “Saya merasa bangga karena mendapatkan kesempatan untuk menjadi salah satu juri di Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional (LCPTN) 2014 ini. Tidak saya sangka pesertanya banyak sekali peserta dan memiliki karakter yang beragam pula. Setelah membaca naskah puisi dari semua peserta saya rasa sudah banyak yang bagus dan memenuhi kriteria penilaian kami yaitu masalah keselarasan unsur puisi kejelasan hakikat puisi. Kami berharap penentuan pemenang ini tidak menimbulkan rasa iri atau dengki, tapi malah memberikan motivasi kepada pihak yang bersangkutan maupun peserta lainnya.”



Juri 1               : Teguh Esha
Pekerjaan         : Penulis dan wartawan.
Karya              : Pencipta karakter "Ali Topan Anak Jalanan", Teguh Esha pernah menyanyikan karya-karyanya pada acara pentas dan puisi bertajuk "Selamat Datang Cinta: Empati Teguh Esha kepada Lapindo Brantas, Inc", di Auditorium GOR Bulungan, Jakarta.
Pesan            : “Puisi – puisinya bagus, berkwalitas dan berbobot. Namun memang ada beberapa puisi yang menitik beratkan pada pemilihan diksi saja dan tidak mempedulikan kesinambungan serta makna dari keseluruhan puisi. Semoga lomba ini bermanfaat bagi kita semua.”



Juri 3               : Adhie Massardi
Pekerjaan         : Penulis puisi dan cerpen, Aktifis pro demokrasi.
Karya              : Puisi “Negeri Para Bedebah”.
Pesan         : “Semua puisi nya membuat saya kagum. Karya anak bangsa memang patut dibanggakan. Sedikit pesan saja, masih banyak peserta yang terpaku dengan susunan, kerangka dan bentuk puisi lama sehingga terlihat kaku dan malah terkesan tidak bebas. Lomba ini memberikan tema bebas kepada seluruh peserta tentu bertujuan agar seluruh peserta dapat membuat karya puisi dengan sudut pandang sebebas – bebasnya. Mengenai judul, mungkin penting judul dibuat unik sehingga menarik pembaca, namun kita harus selalu mengingat bahwa keterkaitan judul dengan isi serta makna puisi sangatlah erat, jadi sebaiknya pemilihan judul dipertimbangkan dari keseluruhan makna puisinya. Terimakasih.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar